Renungan: Tuhan Yesus Mampu Redakan Badai


foto: https://bersamakristus.org

Beberapa saat yang lalu, tepatnya bulan Mei 2019, badai siklon tropis Lili melanda wilayah pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), disertai gelombang tinggi yang diperkirakan raih 6 meter. Siklon tropis ini mengakibatkan ancaman cuaca ekstrem di wilayah Indonesia Timur dan termasuk Timor Leste. Terjangan badai seringkali mengakibatkan kecemasan dan kepanikan semua orang dikarenakan tak seorang pun menyadari kapan badai itu mampir melanda. Oleh dikarenakan itu harus sekali untuk kita punyai sikap waspada dan berjaga-jaga, sehingga kita punyai kesiapan menghadapinya.

Dalam perjalanan hidup kita mengiring Kristus pun acapkali kita harus menghadapi 'badai'. Tak harus kita risau dan kuatir, dikarenakan ada Tuhan yang selalu beserta kita dan penyertaan-Nya sungguh sempurna. Milikilah respons hati yang benar saat badai itu datang, dikarenakan Tuhan bisa Mengenakan 'badai' sebagai tidak benar satu cara untuk mendewasakan iman kita. Jika badai itu mampir jangan lari menjauh, tapi milikilah keberanian untuk menghadapinya, seperti Daud yang tidak risau pada Goliat. Selama kita tinggal dekat Tuhan, segala perkara pasti bisa kita tanggung di dalam Dia yang memberikan kebolehan (Filipi 4:13). Kunci untuk menang melawan badai adalah percaya kepada Tuhan. Kalau pandangan mata kita tidak lagi tertuju kepada Tuhan, iman kita pasti goyah, seperti Petrus yang jadi risau dikarenakan merasakan tiupan angin dan akhirnya tenggelam (Matius 14:30). Kalau Tuhan mengijinkan badai itu terjadi, percayalah, Tuhan pasti udah sedia kan jalan keluarnya. Sekalipun saat ini kita selalu belum melihat tanda-tanda bantuan Tuhan, tetaplah percaya, dikarenakan kita ini hidup dikarenakan percaya, bukan dikarenakan contoh doa persembahan kristen melihat (2 Korintus 5:7).

Selain itu tetaplah tenang. Ketika murid-murid-Nya risau atau panik, Tuhan berkata, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27). Mengapa kita harus selalu tenang? Karena dalam tinggal tenang terkandung kebolehan kita (Yesaya 30:15), "...jadilah tenang, sehingga anda bisa berdoa." (1 Petrus 4:7).   


0 Comments

Curated for You

Popular

Top Contributors more

Latest blog