Saya kerap meraih artikel atau postingan lainnya tentang langkah bahagia. Kadang di awali bersama dengan bersama dengan kata “simple rule” untuk berbahagia. Namun, yang jadi pertanyaan adalah, keputusan berasal berasal berasal dari siapa dan berasal berasal berasal dari mana? Jangan sampai kita mengejar kebahagiaan, bersama dengan bersama dengan cara-cara berasal berasal berasal dari sumber yang tidak jelas.

foto: https://www.runimas.com
Untuk itulah saya mencari hadits-hadits yang tentang bersama dengan bersama dengan kebahagiaan, gara-gara hadits adalah sumber yang jelas, sumber yang harusnya jadi rujukan utama setelah Al Quran. Mudah-mudahan kita raih referensi yang benar tentang langkah bahagia. Termasuk, kita mengejar kebahagiaan bukan hanya kebahagiaan di dunia saja, namun terhitung mengejar kebahagiaan hakiki.
Bolehkah Kita Mengejar Kebahagiaan?
“Tidak apa-apa bersama dengan bersama dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik berasal berasal berasal dari kaya. Dan senang itu bagian berasal berasal berasal dari kenikmatan.”
[HR Ibnumajah No 2132]
Kuncinya adalah kita mensyukurinya
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika anda bersyukur, tentu Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika anda mengingkari (nikmat-Ku), maka sebenarnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS Ibrahim: 7)
DAN mengutaman kebahagiaan hakiki:
Kebahagiaan Hakiki
Telah menceritakan kepada kita Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kita Syu’bah berasal berasal berasal dari Qatadah berasal berasal berasal dari Anas,
Seringkali Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata,
“Ya Allah, kehidupan yang mengasyikkan itu hanya kehidupan akhirat“.
Syu’bah berkata, Atau berkata, “Ya Allah tidak ada kehidupan senang yang hakiki jika kehidupan akhirat, maka muliakanlah kaum Anshar dan muhajirin”.
[HR Ahmad No. 12306]
Telah menceritakan kepada kita Waki’
telah menceritakan kepada kita Hammad bin Salamah
dari Abu al-Tayyah, adh-Dhuba’i
dari Anas Bin Malik berkata,
saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda selagi sedang membantu para sahabatnya membangun masjid,
“Ketahuilah, kehidupan yang sarat kebahagiaan hanya kehidupan akhirat. Maka mintalah ampun untuk kaum Anshar dan muhajirin.”
[HR Ahmad No. 12385]
Cara-Cara Bahagia
Rela Terhadap Ketetapan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di pada kebahagiaan anak Adam adalah istikharahnya (memohon pilihan bersama dengan bersama dengan menghendaki saran kepada Allah) kepada Allah, dan di pada kebahagiaan anak Adam adalah kerelaannya kepada keputusan Allah, sedang di pada kesengsaraan anak Adam adalah dia meninggalkan istikharah kepada Allah, dan di pada kesengsaraan anak Adam adalah kemurkaannya pada keputusan Allah.”
[HR. Ahmad No. 1367]
Memiliki Istri Shalehah, Tempat Yang Baik, dan Kendaraan Yang Baik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga indikasi kebahagiaan anak Adam, dan tiga indikasi kesengsaraan anak Adam; indikasi kebahagiaan anak cucu adam adalah istri yang shalehah, area tinggal yang baik dan kendaraan yang baik. Sedangkan indikasi kesengsaraan anak Adam adalah istri yang berakhlak buruk, area tinggal yang tidak baik dan kendaraan yang buruk.”
[HR Ahmad No 1368]
Berpegang Teguh Pada Agama Ditengah Rusaknya Moral
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Iman itu bermula di di di dalam situasi asing dan akan ulang asing layaknya semula, maka berbahagialah orang-orang yang asing pada hari itu, selagi manusia telah rusak. Demi Dzat yang jiwa Abul Qasim ada di tanganNya, sungguh iman itu akan bersarang pada dua masjid ini sebagaimana seekor ular bersarang pada sarangnya.”
[HR Ahmad No. 1518]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Islam di awali di di di dalam situasi asing, akan ulang di di di dalam situasi asing layaknya awal mulanya, maka berbahagialah bagi orang-orang asing.” Dikatakan; Siapakah orang-orang asing itu? Beliau menjawab: “Yaitu orang-orang yang menanggulangi diri berasal berasal berasal dari kabilah-kabilah.”
[HR Ahmad No. 3596]
Terpelihara Dari Fitnah
“Barangsiapa berikan tangguh kepada orang yang kesulitan, atau menggugurkannya, Allah akan memeliharanya berasal berasal berasal dari uap (panas) Jahannam. Ketahuilah bahwa amalan surga adalah ada masalah yang berada di jalan mendaki.” (Beliau ucapkan tiga kali),
“Sebaliknya ketahuilah bahwa amalan neraka adalah kemudahan di emperan rumah. Orang yang senang adalah yang dipelihara berasal berasal berasal dari fitnah. Tidak ada tegukan yang lebih saya sukai daripada tegukan kemarahan yang ditahan oleh seorang hamba. Tidaklah seorang hamba menahannya (yakni mencegah kemarahan) gara-gara Allah, jika Allah akan mencukupi hatinya bersama dengan bersama dengan keimanan.”
[HR Ahmad No. 2860]
Rajinlah Berpuasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla melipatgandakan satu kebaikan anak Adam jadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat jika puasa. Puasa adalah untukKu dan Akulah yang membalasnya. Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan; kebahagiaan selagi berbuka dan kebahagiaan pada hari kiamat. Dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di segi Allah berasal berasal berasal dari pada wewangian misik.”
[HR Ahmad No 4036]
Mengucapkan Laa Ilaha Illallah Dengan Ikhlas
Telah menceritakan kepada kita Abdul ‘Aziz bin Abdullah berkata,
telah menceritakan kepadaku Sulaiman
dari ‘Amru bin Abu ‘Amru
dari Sa’id Al Maqburi
dari Abu Hurairah,
bahwa dia berkata: ditanyakan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia bersama dengan bersama dengan syafa’atmu pada hari kiamat?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu di di di dalam bertanya masalah ini, gara-gara saya menyaksikan betapa perhatian dirimu pada hadits. Orang yang paling berbahagia bersama dengan bersama dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah bersama dengan bersama dengan ikhlas berasal berasal berasal dari hatinya atau jiwanya“.
[HR Bukhari No 97]
Panjang Umur Disertai Taubat
Telah bercerita kepada kita Abu ‘Amir dan Abu Ahmad berkata;
telah bercerita kepada kita Katsir bin Zaid
telah bercerita kepadaku Al Harits bin Yazid berkata;
Abu Ahmad berasal berasal berasal dari Al Harits bin Abu Yazid berkata;
saya telah mendengar Jabir bin Abdullah berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian mengharap kematian gara-gara tentang pencabutan nyawa sangatlah mengerikan, dan terhitung kebahagiaan adalah panjangnya usia seorang hamba dan Allah selamanya berikan karunia taubat padanya“.
[HR Ahmad No. 14037]
Memiliki Tetangga Yang Baik
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Termasuk kebahagiaan seseorang adalah tetangga yang baik, kendaraan yang mengasyikkan dan area tinggal yang luas.” Telah menceritakan kepada kita Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kita Sufyan berasal berasal berasal dari Habib berasal doa wudhu berasal berasal dari Jamil berasal berasal berasal dari Nafi’ bin Abdul Harits berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: setelah itu disebutkan sama.
[HR Ahmad No. 14830]
Syukuri Kebahagiaan Anda
Karena kebahagiaan bagian berasal berasal berasal dari nikmat, maka syukuri kebahagiaan itu supaya bertambah.
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika anda bersyukur, tentu Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika anda mengingkari (nikmat-Ku), maka sebenarnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS Ibrahim: 7)
Mudah-mudahan kumpulan hadits langkah senang ini bisa mengantarkan kita raih kebahagiaan dunia DAN akhirat.
