Niat Sholat Idul Adha dan Idul Fitri

BERDOA. Kata ini tidak asing ulang di telinga kita. Setiap orang pasti dulu berdoa. Entah itu berdoa memohon hujan, rizki, jodoh, atau apapun. Kita seluruh pasti dulu berdoa. Tapi, mengapa kami perlu berdoa? Bukankah tanpa berdoa pun Allah udah menyadari apa yang kami inginkan? Mengapa kami perlu menceritakan segala apa keluhan kami pada Allah? Bukankah tanpa kami bercerita pun Allah lebih menyadari persoalan yang kami hadapi?

Jawabannya adalah sebab kami perlu Allah. Kita menyadari bahwa Allah-lah Dzat Yang Maha Perkasa. Dia-lah daerah kami mengadukan segala persoalan kita. Ya, sebenarnya benar. Tanpa kami bercerita pun Allah menyadari apa yang terjadi bersama dengan kita. Tapi bersama dengan doa lah, rasa optimisme kami di di di di di dalam merampungkan persoalan sanggup muncul. Karena kami udah berpasrah kepada Allah di niat sholat idul fitri dan idul adha di di dalam doa-doa kita. Tapi mengapa kala ini selalu banyak di pada kami yang berdoa tetapi selalu berada di di di di di dalam persoalan dan terutama kecewa bersama dengan apa yang terjadi? Karena kami tidak menyadari sanggup esensi berasal berasal dari berdoa itu sendiri.

Seringkali kami cuma menjadikan doa sebagai ritual semata, tanpa menghadirkan hati dan rasa perlu pada Allah. Itulah yang membawa pengaruh doa kami seakan-akan tak berdampak apa-pun pada kehidupan kita. Berdoa sanggup membawa pengaruh kami optimis di di di di di dalam menghadapi sebuah persoalan kecuali kami khusyuk dan menjadi terlalu perlu pada Allah. Itulah sebenarnya esensi berasal berasal dari berdoa itu sendiri. Sehubungan bersama dengan itu, ada sebagian alasan mengapa kami berdoa kepada Allah, di antaranya:

Karena sebenarnya Allah memerintahkan kami berdoa kepada-Nya. Karena sebenarnya Allah sendiri yang berjanji sanggup mengabulkan doa-doa kita. Agar kami selalu ingat kepada Allah. Agar kami selalu merasakan kebersamaan Allah, dan bahwa Allah tak dulu meninggalkan kami sendiri. Agar hati menjadi tenang, sebab berdoa merupakan kepentingan jiwa. Kitalah yang perlu dan perlu Allah. Dan bersama dengan mengingat Allah melalui doa, maka hati kami sanggup tenteram, terhindar berasal berasal dari penyakit-penyakit rohani layaknya cemas, takut, was-was, ragu-ragu dan sebagainya. Dengan berdoa sanggup menjadi lebih dekat bersama dengan Allah.

Hanya orang-orang yang berdoa sajalah yang merasakan kedekatan bersama dengan Tuhannya, menjadi dicintai, menjadi diperhatikan, tidak takut, dan menjadi lengkap sebab Allah selalu di dekatnya. Dengan berdoa sanggup menghapuskan dosa-dosa. Sebab melalui doa-doalah, yang berisikan pernyataan dosa, permintaan ampun, dan ikrar taubat sanggup melebur dosa-dosa yang kami lakukan. Doa sanggup memperlancar rezki yang barokah. Sebab, Allah-lah Sang Maha Pemberi Rezki. Sehingga kecuali kami berdoa kepada-Nya, maka Allah sanggup menurunkan rezki yang barokah membawa pengaruh kita. Kita manusia lemah sebenarnya tak membawa apa-apa, kecuali apa-apa yang diberi-Nya. Karena itu, kecuali menghendaki sesuatu, ya kepada Allah-lah mengadunya.

Doa ternyata termasuk sanggup membawa pengaruh pergantian takdir, nasib dan situasi kami kala ini. Sebab, tidak ada yang tak sanggup saja bagi Allah, sanggup saja kecuali takdir kita, situasi kita, nasib kami kala ini tengah jatuh terperosok, atau dihinakan. Maka, bersama dengan doa-doa tulus yang kami panjatkan, terutama pada malam-malam sunyi dan bersama dengan amalan shalih kami yang tak dulu putus, sanggup saja Allah membawa pengaruh pergantian takdir kita. Kalau udah demikian, alasan apa ulang yang membawa pengaruh kami enggan berdoa? Sebab apa ulang yang menjadikan kami bersegera bangkit setelah shalat sebelum kala kala sanggup kala khusyu’ berdoa? Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita. Cepat atau lambat. Tapi itu pasti. Allahu akbar!


by : https://www.doagama.com


0 Comments

Curated for You

Popular

Top Contributors more

Latest blog